Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai Aceh
Jelang Pesta Demokrasi Rakyat 'Kekerasan Politik' di Aceh Meningkat
Sunday 16 Mar 2014 16:25:16

Posko Caleg Partai Aceh yang di bakar OTK pada, Jum'at (14/3) sekitar pukul 21:45 WIB di jalan Kuala Gampoeng sungai paoh kecamatan Langsa Barat.(Foto: BH/kar)
ACEH, Berita HUKUM - Jelang hari H pesta Demokrasi 'kekerasan politik' di provinsi paling ujung pulau Sumatera terus meningkat. Peristiwa pembakaran posko, pemberondongan dan penculikan terhadap beberapa calon anggota legislatif (Caleg) terus terjadi, bahkan sudah sampai di Kota Langsa, yang dulunya daerah ini paling aman, karena penduduknya yang multi eknis.

Pada Sabtu (15/3) dini hari, terjadi dua peristiwa yang sangat tidak di inginkan, pertama sekikar Pukul 21:45 WIB terjadi pembakaran Posko Pemenangan Hj. Murniwati seorang caleg DPR-K dari Partai Aceh (Parlok) di Jl. Kuala Gampoeng Sungai Paoh, Kecamatan Langsa Barat, kemudian pada saat yang hampir bersamaan sekitar pukul. 02:00 WIB kembali terjadi penculikan terhadap salah seorang Caleg DPR-A dari Partai NasDem (Parnas) Muslem SE, di Lorong Bale Krueng, Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota.

Pada awak media ini Minggu (16/3) Hj Murniwati menyebutkan, sebelum terjadi pembakaran Posko miliknya, sebelumnya juga sudah merasakan ada teror-teror yang mengintai dirinya, walau tidak secara lansung, teror yang di alaminya berupa perusakan spanduk dan alat peraga kampanye miliknya, "teror lansung tidak ada, tapi spanduk-spanduk saya banyak yang di rusak oleh OTK, saya tidak menyebutkan siapa, biarlah polisi yang mengusutnya," ujar Murniwati.

Murniwati didampingi suaminya Mursyid yang juga Anggota DPRK Langsa priode 2009-2014 menyebutkan, pada malam kejadian dirinya sedang melakukan sosialisasi di komlek BTN, "anak saya telpon dari rumah, mamak harus pulang, posko kita di bakar," ujarnya, saya lansung pulang saya Lihat sudah mulai rame Polisi dan masyarakat.

"saya tidak punya musuh, Kenapa saya jadi sasaran teror," sebut Murniwati.

Mursyid sang suami menambahkan, di tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan satu buah Manchis, dua buah kotak korek api kayu, satu bungkusan pelastik berisi bensin yang diduga telah di campur dengan deterjen pembersih pakaian, "harapan saya semua masyarakat Aceh harus bisa menjaga dan memelihara perdamaian ini, kita sesama anak bangsa jangan saling bermusuhan," tegasnya.

"Partai boleh berbeda tujuan kita Sama, yaitu untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, kita jangan mudah terpancing untuk diadu domba oleh oknum atau kelompok-kelompok yang tidak ingin Aceh ini aman," pungkasnya.(bhc/kar)


 
Berita Terkait Partai Aceh
 
Muzakir Manaf: Haram Dukung Capres PDI-P
 
Doto Zaini Mengutuk Penembakan di Bireun
 
Selesai Kampanye, Kader PA Kritis Di Tembak OTK
 
Di Langsa, Posko Caleg Partai Aceh Diduga Dibakar OTK
 
Kantor Caleg PDI-P Aceh Tengah Diserang Massa Partai Aceh
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]