Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Implan Payudara
Interpol Buru Bos Implan Payudara Asal Perancis
Saturday 24 Dec 2011 22:56:01

Pendiri pabrik implan payudara PIP, Jean-Claude Mas dicari Interpol hingga ke Kosta Rika (Foto: AFP Photo)
PARIS (BeritaHUKUM.com) – Pendiri perusahaan produksi implan payudara asal Perancis yang dianggap menimbulkan keresahan di berbagai negara. mulai diburu Interpol. Kepolisian Perencis telah memasukan identitas Jean-Claude Mas (72) sebagai buron dan diburu hingga ke Kosta Rika, karena melakukan kejahatan berkaitan dengan "kehidupan dan kesehatan".

Sebelumnya, Prancis menyarankan 30.000 perempuan untuk mengangkat implan payudara buatan Perusahaan Mas, Poly Implant Prothese (PIP). Memang tidak ada bukti implan itu dapat menyebabkan kanker, tetapi berisiko mengalami kebocoran sangat tinggi.

Dalam daftar buronan internasional di situs interpol, dipajang dua foto wajahMas. Disebutkan Mas diburu oleh otoritas Kosta Rika, tanpa ada penjelasan secara rinci. Tapi seorang kuasa hukum PIP, menyatakan bahwa Mas berada di bagian tenggara wilayah Var Prancis dan akan tinggal disana, seperti diberitakan Reuters, Sabtu (24/12).

Seperti diketahui, sebagian besar perempuan yang menggunakan implan payudara buatan PIP, berada di Amerika Selatan dan Eropa Barat. Tapi pemerintah Perancis menyatakan bahwa perempuan yang menggunakan implan payudara PIP tidak memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker dibandingkan dengan perempuan yang menggunakan implan produksi perusahaan lain, tetapi memiliki risiko bocor.

Menteri Kesehatan Perancis Xavier Bertrand menyarankan perempuan Prancis yang menggunakan implan payudara itu, untuk mengangkatnya sebagai "tindakan pencegahan", tetapi menyebutkan langkah itu "tidak mendesak".

Operasi pengangkatan akan dibayar dari dana publik untuk kesehatan, tetapi pemerintah Perancis hanya akan membayar penggunaan implan baru jika itu merupakan bagian dari rekonstruksi payudara yang berkaitan dengan penanganan kanker. Jika tak ingin diangkat implannya, pemerintah akan membayar pemidaian dengan ultrasound selama enam bulan.(bbc/sya)


 
Berita Terkait Implan Payudara
 
Sukses Operasi Implan Payudara Dena Rachman Bahagia
 
Interpol Buru Bos Implan Payudara Asal Perancis
 
Ganti Rugi Bagi Pengangkat Implan Payudara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]