Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Palestina
Insiden Terbunuhnya Ismail Haniyeh Perburuk Situasi Timur Tengah
2024-08-02 17:03:39

Ilustrasi. Mantan Perdana Menteri Palestina dan Kepala Biro Politik Hamas saat ini Ismail Haniya dibunuh di Teheran, Iran.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Insiden dugaan terbunuhnya Ismail Haniyeh pada Rabu, 31 Juli 2024, lalu mencuri perhatian banyak orang. Anggota DPR RI, Syahrul Aidi Maazat turut memberikan ucapan belasungkawa atas kematian Pejuang Palestina di Teheran, Iran itu.

"Kita turut berbelasungkawa atas kematian Ismail Haniya oleh serangan militer Israel di Iran. Kita mengecam tindakan Israel tanpa mempertimbangkan rasa kemanusian dan menghormati kedaulatan negara lain," kata Syahrul Aidi Maazat kepada media, Kamis (1/8/2024).

Di sisi lain, Politisi Fraksi PKS ini meminta dunia agar memantau penyelidikan menyeluruh atas insiden yang dilakukan oleh lembaga-lembaga terkait di Iran. Syahrul Aidi Maazat sendiri merupakan Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI untuk Palestina.

"Penyelidikan kematian atas insiden terbunuhnya pimpinan tertinggi Hamas oleh otoritas Iran harus dipantau secara serius oleh dunia. Jangan sampai terjadi lagi dan merugikan hubungan internasional," pintanya.

Ia pun menyebut, serangan ini akan memperburuk situasi di Timur Tengah khususnya agenda gencatan senjata. Ditakutkan akan ada aksi balasan dari Hamas ke negara Israel sehingga agenda gencatan senjata jadi isapan jempol belaka.

"Situasi ini akan memperburuk keadaan di timur tengah. Di saat ada langkah konstruktif dari negara Tiongkok yang menyatukan faksi Fatah dan Hamas. Ini langkah nyata menuju perdamaian," ujarnya.

Pembunuhan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, sampai sekarang masih diselimuti misteri. Hamas dan Korps Garda Revolusi Islam Iran telah mengonfirmasi Haniyeh tewas dalam "serangan" yang mereka duga kuat dilakukan oleh Israel. Di sisi lain, stasiun televisi Channel 12 milik Israel kemudian melaporkan Iran menyimpulkan rudal itu sebenarnya ditembakkan dari dalam Iran.

Selain itu, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin berbelasungkawa atas wafatnya pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh. Kematian pejuang kemerdekaan Palestina ini dikhawatirkan akan meningkatkan ketegangan antara Palestina dan Israel, bahkan di kawasan Timur Tengah.

Sementara, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid mengkhawatirkan pembunuhan Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, membuat situasi di Timur Tengah semakin memanas. Pasalnya, tewasnya Ismail Haniyeh dapat mempersulit perwujudan perdamaian di Timur Tengah, khususnya di Palestina.

"Saya khawatir peristiwa pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh ini akan membuat situasi di Timur Tengah semakin memanas," kata Meutya dalam keterangannya kepada media, Rabu (31/7).

Dia pun menyayangkan penyerangan yang terus menerus terjadi di Timur Tengah, serta dengan kejadian tewasnya Ismail Haniyeh. "Saya berduka serta menyayangkan terus terjadinya kekerasan dan penyerangan di Timur Tengah," ucap Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Meutya pun mendesak semua pihak mengambil langkah usai diumumkannya kematian Ismail Haniyeh. Menurutnya, dengan cara tersebut dapat menekan Israel untuk bersedia melakukan dialog dalam konflik yang terjadi dengan Palestina.

"Serta meminta Israel untuk mematuhi hukum dan keputusan hukum Internasional termasuk keputusan ICJ, International Court of Justice (Mahkamah Internasional), yang menyatakan pendudukan Israel di Palestina melanggar hukum," tuturnya.

Diketahui, tewasnya Ismail Haniyeh itu diumumkan oleh Gerakan Hamas dan Korps Pengawal Revolusi Iran. Ismael tewas bersama salah satu anggota tim pengamanannya di Teheran, Iran, Rabu (31/7).

"Hamas menyampaikan kepada rakyat Palestina yang agung, kepada umat Arab dan Islam, serta kepada seluruh pejuang kebebasan di dunia, bahwa syahid pejuang Ismail Haniyeh, Ketua Gerakan Hamas, telah gugur akibat serangan mendadak Zionis di kediamannya di Teheran, setelah menghadiri perayaan pelantikan presiden baru Iran," demikian pernyataan resmi Hamas, Rabu (31/7).

Sementara itu, belum ada pengumuman atau pernyataan langsung yang dibuat Israel terkait insiden tersebut. (hal/rdn/uc/rdn/DPR/bh/sya)



 
Berita Terkait Palestina
 
Diminta AS mengakui Israel, begini sikap tegas Pakistan
 
Terekam, Biadabnya Tentara Israel Rayakan Kehancuran RS Indonesia
 
Insiden Terbunuhnya Ismail Haniyeh Perburuk Situasi Timur Tengah
 
Muhammadiyah Konsisten Membela Palestina dari Dulu Hingga Kini
 
Enam bulan pertikaian di Gaza dalam angka
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Kapal induk pertama Indonesia segera dikirim dari Italia, persiapan dipercepat
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]