Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Terorisme
Inilah Judul Buku yang Disita Polri dari Markaz Teroris Ciputat
Wednesday 01 Jan 2014 20:17:53

Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar dalam jumpa pers di Mabes Polri JL. Tronojoyo Jakarta Selatan, Rabu (1/1).(Foto: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Densus 88 Mabes Polri dari hasil pengerebekan di markaz teroris jaringan Abu Roban di Kampung Sawah Ciputat Tangerang Selatan, juga menemukan fakta-fakta berupa koleksi buku-buku Jihadis milik mereka, yang beberapa diantaranya sempat dibawa Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, saat mengelar pers conference di Mabes Polri.

Ada beberapa buku yang dibawa Brigjen Boy ke Mabes Polri dan mengatakan, "sebenarnya ada banyak buku dirumah teroris Ciputat, namun saya hanya membawa beberapa ini saja," ujar Boy Rafli Amar Rabu (1/1) di Mabes Polri Jl. Trunojoyo Jakarta Selatan.

Dari pantauan pewarta, adapun buku-buku yang disita dan dibawa ke Mabes Polri sebagian dari buku-buku ini sangat mudah didapatkan di toko-toko buku atau dipara pedagang pengecer buku.

1). Buku berjudul Syam Bumi Ribath dan Jihad, karangan dari (Mhd Bin Said Al-Barundi.

2). Manjemen Gerakan Dakwah. Dimasa Krisis Belajar Sejarah. Perang Khondak karangan dari (Drg Sukhri Wahid).

3). Visi Politik Gerekan Jihad, karangan dari (Hazim Al- Madani, Abu Mausadn As-Suri).

4). Surga Yang Allah Janjikan, karangan dari (Ibnul Qayyim Al- Jauziyyah).

Selanjutnya menurut Brigjen Boy, apa yang akan mereka lakukan kedepan; kita harus mencegah mereka orang-orang yang akan terus melakukan teror, dan ada fakta segera ditindaklanjuti. Kita berupaya menekan semakimal mungkin, mereka juga melakukan FAI guna menghimpun dana melakukan aksi teror.(bhc/put)


 
Berita Terkait Terorisme
 
Hendardi: Penanganan Paham Radikalisme, Terorisme dan Intoleransi Harus Diperkuat
 
Nasir Djamil: Jangan Sampai Ada Stigma Penanggulangan Terorisme Terkait Agama Tertentu
 
IMMH UI: Perlu Adanya Refleksi terhadap Regulasi Anti Terorisme
 
Beda dengan Kapolri, Pengamat Terorisme Sebut Teroris ZA Bukan 'Lone Wolf'
 
Tengku Zulkarnain: Istilah Ekstremis Umumnya Dilontarkan Penjajah
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]