Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 

Inggris Usir Diplomat Iran
Thursday 01 Dec 2011 00:39:29

Mahasiswa militan menerobos kompleks kantor Kedubes Inggris di Teheran, Iran (Foto: bbc.co.uk)
LONDON (BeritaHUKUM.com) – Pemerintah Inggris memerintahkan penutupan kedutaan besar Iran di London dan semua diplomat Iran harus meninggalkan Inggris dalam waktu 48 jam. Menteri luar negeri Inggris, William Hague, mengumumkan keputusan tersebut di parlemen, Rabu (30/11) atau sehari setelah dua Kedubes Inggris di Teheran diserang para pengunjuk rasa.

Hague menambahkan bahwa Kedubes Inggris di Teheran kini ditutup dan semua staf diplomatnya akan dievakuasi. "Ternyata pihak berwenang Iran tidak bisa memberikan perlindungan kepada kedutaan besar atau serangan ini bisa berlangsung tanpa sepengetahuan rezim adalah aneh," jelasnya.

Sementara itu dalam pidatonya di parlemen, Perdana Menteri Inggris, David Cameron, menyebutkan perilaku warga Iran memalukan. Dia menambahkan bahwa kekhawatiran utama pemerintah adalah keselamatan para diplomatnya.Namun, ia menegaskan bahwa hubungan diplomatik kedua negara tidak putus sama sekali.

“Iran menghadapi konsekuensi serius karena tidak berhasil mempertahankan kompleks Inggris itu dari kaum Islamis yang menyerbu mereka selagi polisi hanya mengawasi tanpa bertindak,” kata dia.

Sedangkan pihak berwenang Iran menyatakan bahwa penyerbuan atas Kedubes Inggris di Teheran dilakukan oleh para mahasiswa. Dalam insiden itu, para penyerang merobek bendera Inggris, merusak jendela dan membakar sejumlah dokumen milik kedutaan. Tidak ada staf kedutaan Inggris yang terluka dalam serangan itu.

Penyerbuan tersebut dilakukan sebagai balasan atas penerapan sanksi dari negara-negara Barat atas Iran sehubungan dengan program nuklirnya. Pekan lalu, Inggris mengumumkan penghentian semua transaksi dengan sistem keuangan Iran, termasuk dengan Bank Sentral Iran.

Dalam perkembangan terpisah, Jerman memutuskan untuk menarik duta besar dari Iran sehubungan dengan penyerbuan ke kedutaan besar Inggris oleh pengunjuk rasa. Sementara Norwegia sudah menutup kedutaan besar mereka di Iran untuk sementara waktu dengan alasan keamanan para staf dan gedungnya.(bbc/voa/sya)


 
Berita Terkait
 
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]