Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 

Hanya Karena Nama, Seorang Anak Dibunuh
Saturday 03 Dec 2011 02:22:28

Diskriminasi berdasarkan kasta merupakan hal ilegal di India namun masalah sering terjadi (Foto: Ist)
NEW DELHI (BeritaHUKUM.com) – Seorang anak dari kasta rendah di negara bagian Uttar Pradesh, India, dibunuh hanya karena memiliki nama yang sama dengan anak dari keluarga kasta yang lebih tinggi. Mayat anak bernama Neeraj Kumar (14) itu, ditemukan pada 23 November lalu, di satu lapangan.

Dua rekan keluarga Chaudhary yang diduga sebagai pelaku pembunuhan itu, telah ditahan. Namun, Chaudhary sendiri menyanggah keluarganya terlibat dalam pembunuhani tu. Ia mengatakan keluarganya diperangkap polisi.

Tapi Chaudary sempat mengakui bahwa telah meminta ayah Neeraj Kumar, Ram Sumer untuk mengganti nama dua anak lakinya, karena sama dengan nama anak Jawahar Chaudhary. Namun, permintaan itu tidak dipenuhi.

Ram Sumer dan Jawahar Chaudhary memiliki dua putra dengan nama sama Neeraj dan Dheeraj, namun masalah ini jadi perdebatan besar antara kedua negara, kata polisi Praveeen Kumar. Chaudhary yang berasal dari kasta yang lebih tinggi memberikan sejumlah peringatan kepada Sumer agar segera mengganti nama dua putranya itu.

Keluarga Neeraj Kumar berasal dari kasta dalit yang berada dalam posisi paling rendah dalam sistem kasta di India. Diskriminasi kasta merupakan hal yang ilegal namun masih banyak masalah yang terjadi terkait perbedaan sosial ini.

Sementara itu, kasus pembunuhan tersebut, diduga terjadi di desa Radhaupur di kawasan Basti. Tanggal 22 November lalu, Neeraj meninggalkan rumah untuk menonton televisi di rumah kawannya namun tidak pernah kembali. Mayatnya ditemukan satu hari kemudian.

Polisi mengatakan, korban tewas akibat dicekik. Setelah peristiwa ini, dua putra Chaudhary – Neeraj dan Dheeraj Chaudhary— langsung menghilang dan polisi menahan dua rekan keluarga yang mereka perkirakan terlibat dalam pembunuhan itu.(bbc/sya)


 
Berita Terkait
 
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]