Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Palestina
HNW: Dukungan Presiden Jokowi Terhadap Kemerdekaan Palestina, Perlu Ditindaklanjuti Dengan Konkret
2022-10-26 23:52:00

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA mengapresiasi konsistensi sikap Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Bangsa Palestina, termasuk konsistensi sikap pemerintahan Presiden Joko Widodo yang kembali menyatakan langsung di depan PM Palestina untuk terus mendukung perjuangan Palestina meraih kemerdekaannya. Namun, HNW sapaan akrabnya juga mengingatkan agar sikap tersebut ditindaklanjuti dengan langkah-langkah politik yang lebih konkret, agar kemerdekaan penuh Palestina segera bisa diwujudkan.

"Sikap mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina tersebut sudah sangat sesuai dengan amanat konstitusi kita, juga sikap-sikap dari semua Presiden RI, semenjak Presiden Soekarno. Karenanya mestinya sikap Presiden Jokowi lebih maju lagi, jangan hanya berhenti pada pernyataan politik saja, tetapi juga perlu ditindaklanjuti dengan langkah-langkah politik yang lebih konkret dan efektif," ujarnya melalui siaran pers di Bandung, Selasa (25/10).

HNW menuturkan bahwa sikap Indonesia yang disampaikan oleh Presiden Jokowi saat bertemu dengan Perdana Menteri Palestina Mohammad I.M. Shtayyeh juga sejalan dengan sikap rakyat Indonesia yang dari zaman awal kemerdekaan Indonesia sudah menyampaikan solidaritas mendukung kemerdekaan Palestina. "Pertemuan dan pernyataan resmi kemarin, antara Presiden RI dengan PM Palestina, sudah cukup menjanjikan, meski harus diteruskan dengan langkah-langkah yang lebih riil," ujarnya.

Salah satu langkah yang bisa ditempuh untuk menunjukkan keseriusan sikap resmi Indonesia dukung Palestina Merdeka, lanjut HNW, adalah dengan kembali menggalang kekuatan di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) agar dalam sidang DK PBB tidak terjadi veto dari AS dan mendapat dukungan penuh di Sidang Umum PBB, dan juga penggalangan dengan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam mendukung rekonsiliasi faksi-faksi yang ada di Palestina. "Persatuan dan kesatuan faksi-faksi di Palestina merupakan modal besar untuk membawa rakyat Palestina meraih kemerdekaan dari penjajahan Israel," tuturnya.

HNW menjelaskan langkah untuk menciptakan rekonsiliasi itu juga sudah dijalankan oleh Aljazair . Presiden AlJazair sudah berhasil mempertemukan belasan faksi Palestina, termasuk tiga faksi utama, yakni Hamas, Fatah, dan Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina. "Langkah-langkah konkret semacam inisiatif AlJazair ini juga perlu dilakukan dan didukung secara penuh oleh Indonesia. Kesediaan Presiden Jokowi untuk siap memfasilitasi rekonsiliasi faksi-faksi di Palestina, bisa jadi bentuk tindak lanjut mengawal dan memastikan suksesnya rekonsilisasi faksi-faksi Palestina yang sudah mereka sepakati di Aljazair, menuju kemerdekaan penuh Palestina. Sebagai kontribusi kongkret hadirkan perdamaian di kawasan," ujar Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Apalagi, jelas HNW, Indonesia memiliki sejarah sukses dalam menciptakan rekonsiliasi atau perdamaian baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Beberapa contohnya adalah rekonsiliasi Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), rekonsiliasi di Ambon-Poso, hingga rekonsiliasi faksi-faksi di Afghanistan.

"Ketika itu rekonsiliasi dimediatori oleh Wapres Jusuf Kalla. Jadi, Indonesia sejatinya sudah memiliki sejarah panjang untuk berkontribusi hadirkan rekonsiliasi yang menciptakan perdamaian. Oleh karenanya, tradisi sebagai pembuat perdamaian antar faksi-faksi yang berseteru ini juga perlu diperankan oleh Indonesia dalam konteks Palestina. Mendukung dan membantu upaya yang telah diinisiasi dan dilakukan oleh Aljazair juga bisa jadi bentuk langkah politik yang konkret dari Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina secara penuh," pungkasnya.(MPR/bh/sya)




 
Berita Terkait Palestina
 
Diminta AS mengakui Israel, begini sikap tegas Pakistan
 
Terekam, Biadabnya Tentara Israel Rayakan Kehancuran RS Indonesia
 
Insiden Terbunuhnya Ismail Haniyeh Perburuk Situasi Timur Tengah
 
Muhammadiyah Konsisten Membela Palestina dari Dulu Hingga Kini
 
Enam bulan pertikaian di Gaza dalam angka
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Kapal induk pertama Indonesia segera dikirim dari Italia, persiapan dipercepat
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]