Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional     
 
Gempa
Gempa Susulan Lebih Kuat Mengguncang Jepang 7,1 SR
2016-04-15 23:16:52

Jalan yang rusak akibat gempa. Gempa sebelumnya 6,2 skala magnitude menyebabkan kerusakan cukup besar di Jepang selatan.(Foto: Istimewa)
JEPANG, Berita HUKUM - Sebuah gempa kuat berkekuatan 7,1 Skala Richter atau SR melanda Jepang selatan pada Sabtu pagi (16/4), hampir 24 jam setelah gempa kecil melanda wilayah yang sama dan menewaskan 9 orang.

NHK Jepang mengatakan jumlah panggilan yang datang dari warga melaporkan orang-orang yang terjebak di dalam rumah dan bangunan.

Gempa mengguncang wilayah Kumamoto di 01:25 Sabtu. Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan untuk tsunami hingga 1 meter (3 kaki) di sepanjang pantai barat pusat gempa di Kumamoto. Badan itu mengatakan beberapa pembengkakan gelombang telah mencapai pantai Ariake dan Yatsushiro, tapi tidak ada perubahan yang terlihat dalam rekaman ditampilkan di NHK.

Sirene kendaraan patroli terdengar di latar belakang saat NHK melaporkan dari kota paling terpukul dari Mashiki. Tanah aspal luar balai kota memiliki celah baru, tampaknya dibuat oleh gempa terbaru.

Gempa lemah sebelumnya, berkekuatan 6,5 gempa Kamis menjatuhkan bangunan dan melukai sekitar 800 orang, selain sembilan kematian. Pusat gempa Sabtu itu sekitar 12 kilometer (8 mil) barat laut dari Kamis, dan pada kedalaman sekitar 10 kilometer (6 mil), gempa Sabtu lebih dangkal.

Gempa susulan ini memukul warga yang masih shock dari kengerian malam sebelumnya dan menderita melalui lebih dari 100 gempa susulan.

Sementara, pada gempa sebelumnya, Tim penyelamat terus melakukan pencarian terhadap para korban yang terperangkap di bawah reruntuhan, sesudah gempa menghantam selatan Jepang hari Kamis (14/4).

Setidaknya sembilan orang meninggal dan 860 luka-luka akibat gempa 6,2 skala magnitude di kota Kumamoto, Pulau Kyushu.

Intensitas gempa ini serupa dengan yang terjadi pada tahun 2011 yang memicu terhadinya tsunami yang menghantam reaktor nuklir di Fukushima.

Kebanyakan korban tewas berada di kota Mashiki, dekat Kumamoto karena runtuhnya sebuah gedung apartemen dan rusaknya rumah-rumah di sana.

Sebanyak 40.000 orang sempat meninggalkan rumah mereka, termasuk mereka yang harus tidur di luar rumah mereka yang dekat dengan pusat gempa.

Hingga Jumat sore (15/4) waktu setempat, sebanyak 130 gempa susulan terjadi. Tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan menyusul gempa ini, dan dua reaktor nuklir di Sendai, yang berada di sebelah selatan pusat gempa, beroperasi secara normal.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan pemerintah mengerahkan ribuan polisi, anggota pemadam kebakaran dan tentara untuk operasi penyelamatan. Gempa terjadi di kedalaman 10 kilometer dan diikuti oleh gempa susulan dengan besar 5,7 skala magnitude, 40 menit kemudian.(AP/BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Gempa
 
Gempa Mematikan 7,8 SR di Turki dan Suriah, Total Korban Meninggal Sedikitnya 3.500 Orang
 
Team AREA DPD Bekasi Peduli Kirim Bantuan ke Lokasi Gempa Bumi Cianjur
 
6 Orang Meninggal dalam Gempa Magnitudo 6,1 Mengguncang Malang
 
Sebanyak 42 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa 6,2 SR di Sulawesi Barat
 
Konsisten Dampingi Lombok, Wujud Ta'awun MDMC dan LazisMu untuk Negeri
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]