Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Aceh
Dulu Sama-Sama Angkat Senjata, Sekarang Malah Lupa!
Saturday 01 Jun 2013 18:22:14

Tentara Gerakan Aceh Merdeka (GAM).(Foto: BeritaHUKUM.com/sul)
ACEH, Berita HUKUM - Sejumlah mantan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), baik petinggi maupun bawahannya yang bertempat di Aceh, Jakarta dan luar negeri sampai saat ini masih menuntut kesejahteraan dari Pemerintah Zikir (Zaini-Muzakir gubernur sekarang,red).

"Tidak sedikit dari kalangan eks GAM yang mengadu nasibnya mencari uang recehan demi menghidupi keluarganya di rumah," jelas mantan Komando GAM wilayah II Batei Iliek, Tgk Hasnawi Ilyas alias Awi Juli, kepada pewarta BeritaHUKUM.com, Sabtu (2/6).

Dikatakannya, meskipun sekarang ini kekuasaan pemerintahan Aceh berada ditampuk para mantan GAM juga, namun hanya eks GAM tertentu yang kehidupan ekonominya mapan bahkan bergelimpangan harta. Ironisnya, mereka justru sekarang ini sudah lupa dengan para kombatan lainnya, bahkan sebagian petinggi dan bawahanya ada yang tidak diakui.

"Kita sangat prihatin sekali melihat pemerintahan sekarang yang tidak peduli dengan sesama kombatan, kasihan sekali kondisi mereka saat ini," tukas Awi Juli.

Seperti yang dirasakan oleh eks petinggi GAM lainnya seperti Abu Ajis (eks petinggi GAM Aceh Rayeuk), Koboi (wilayah Bate Ilek), Adi Cs (wilayah Aceh Timur), berikut Bustamam (eks Komando wilayah Tiro) Kabupaten Pidie.

Oleh sebab itu, mantan komando GAM ini meminta kepada pemerintah Zikir untuk merealisasikan 1 juta/per KK dalam setiap bulanya sebagaimana yang dijanjikan semasa kampanye Pemilukada lalu. Karena, imbuhnya lagi, GAM termasuk pejuang juga masa itu, malahan yang terjadi para pemimpin sekarang justru mementingkan perutnya sendiri.

Cobalah pemerintah memperhatikan nasib-nasib GAM sekarang yang dulunya sama-sama hidup di hutan, kompak mengangkat senjata. "Kesejahteraanlah yang kita butuhkan, jangan hanya isi perut sendiri," pintanya.(bhc/sul)


 
Berita Terkait Aceh
 
Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Wabup Aceh Utara Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilih
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]