Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 

Dua Perwira Polisi Pakistan Didakwa Membunuh Bhutto
Saturday 05 Nov 2011 22:37:37

mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto semasa hidup (Foto: Topnews.in)
ISLAMABAD (BeritaHUKUM.com) – Pengadilan antiterorisme di Pakistan mendakwa dua perwira senior polisi membunuh mantan Perdana Menteri Benazir Bhutto pada 2007. Jaksa menyangkakan bahwa keduanya telah gagal mengamankan dan melindungi Bhutto.

Salah satu polisi yang didakwa adalah Saud Aziz, kepala kepolisian Rawalpindi. Seperti dikutip BBC, Sabtu (5/11), ia dan seorang perwira lain ditahan sekitar tahun lalu. Keduanya diduga mengubah prosedur pengamanan untuk Benazir Bhutto, saat berkampanye lalu.

Sementara itu, mantan Presiden Pervez Musharraf juga disebutkan terlibat dalam pembunuhan Bhuto. Pengadilan antiterorisme mengeluarkan surat perintah penahanan untuk Musharraf pada Febuari 2011 lalu. Ia dituduh gagal memberian perlindungan yang memadai untuk Bhutto.

Musharraf dinyatakan sebagai buronan, setelah tidak hadir dalam persidangan pada awal tahun lalu itu. Selanjutnya, pada Agustus 2011 lalu, pengadilan menyita rumah dan membekukan rekening Musharraf di Pakistan. Ia pun membantah dakwaan jaksa.

Selain itu, jaksa juga mendakwa lima orang yang diduga anggota kelompok militan Taliban. Mereka disangkakan melakukan permufakatan jahat. Kelima tersangka anggota Taliban ini telah berada di tahanan selama hampir empat tahun.

Mereka dituduh memasukkan seorang pengebom bunuh diri dari kawasan kesukuan Pakistan ke Rawalpindi untuk melakukan serangan terhadap Bhutto. Namun, para terdakwa membantah semua dakwaan.

Setelah Bhutto tewas, partai yang ia pimpinnya, yakni Partai Rakyat Pakistan memenangkan pemilu. Sang suami, Asif Ali Zardari, kemudian menjadi presiden setelah Musharraf dipaksa mundur. Benazir Bhutto menjabat sebagai perdana menteri Pakistan 1988-1990 dan 1993-1996.(bbc/sya)


 
Berita Terkait
 
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]