Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Import Daging
Diperiksa KPK, Yopie Sangkot Batubara Banyak Lupa
Tuesday 21 May 2013 17:50:43

Gedung KPK.(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
JAKARTA, Berita HUKUM - Yopie Sangkot Batubara, Ketua Kadin Sumatera Utara yang juga merupakan mantan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2004/2009, dari dapil Sumatera Utara hari ini diperksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (21/5).

Pada jadwal pemanggilan kedua ini, Yopie hadir dengan mengendarai sedan Mercedes Benz. Yopie diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Yopie menjelaskan kepada wartawan dan mengakui bahwa dirinya diperiksa sebagai saksi kasus suap impor daging sapi dengan tersangka (LHI).

"Iya saya sebagai saksi (LHI), ditanya soal tanah, saya menjual tanah cuman bukan sama pak (LHI), tapi sama orang lain," ujar Yopei.

Ditanya, apakah kepada saudara (AF)?, "bukan, sama Ahmad Said," jawab Yopie.

Siapa itu Ahmad Said?, "Ngak tahu saya," katanya.

Tanah yang anda jual dimana?

"Leuwiliang, luasnya sekitar 2 hektar," ujar Yopie.

Rencananya mau gunakan untuk apa itu tanah di Leuwiliang?.

"Saya tidak tahu, itu pada tahun 2004, itu silahkan tanya ke KPK langsung, dan saya tidak inget. Saya tidak inget, berapa saya jual dan saya hanya diperiksa sebagai saksi," ujar Ketua Kadin Sumut ini.

Yopei mengaku lupa ketika ditanya berapa miliaran harga tanah yang dijual. Yopie mengatakan, "ratausan juta saja," ujarnya kembali.

"Saya tidak inget sudah lama sekali, dan tidak jual sama saya langsung, namun melalui Ahmad Said, lalu dari Ahmad Said dijual ke (LHI), saya diperkenalkan sama orang ke Ahmad Said dan saya rencananya mau bikin pabrik, tapi tidak ada modal, terus terpaksa dijual," ungkap Yopie.

Yopie Sangkot Batubara juga saat ini menjabat sebagai Ketua Kadin Sumatera Utara. Yopie merupakan mantan Angota DPD priode 2004/2009.

Di kalangan pengusaha dan warga Sumatera Utara, Yopei merupakan pengusaha sukses dengan bendera PT IRA Widya Utama yang bergerak di bidang perumahan mewah.

KPK juga telah memanggil Yopie, namun untuk Yopie sendiri pada pemanggilan pertama di KPK hari Kamis (16/5) lalu Yopie tidak hadir.

Johan Budi membenarkan bahwa, "Yopie Sangkot Batubara, hari ini Selasa (21/5) hadir di panggil KPK, Yopie dipanggil sebagai saksi terkait kasus (TPPU) untuk tersangka (LHI).(bhc/put)


 
Berita Terkait Kasus Import Daging
 
MA Tambah Hukuman Luthfi Hasan Ishaaq Jadi 18 Tahun
 
Suap Import Daging, Maria Elizabeth Divonis 2 Tahun 3 Bulan Penjara
 
Suap LHI, Maria Elizabeth Liman Dituntut 4,5 Tahun Bui
 
Kasus Suap Impor Daging, KPK Tahan Maria Elisabeth Liman
 
Luthfi Hasan Ishaaq Divonis 16 Tahun Penjara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]