Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Aceh
Derita Rakyat di Negeri Kaya Hasil Bumi dan Banjir Bantuan
Wednesday 09 Jul 2014 19:07:44

M. Nur (kiri) warga Dusun Makmu Gampoeng Merandeh Aceh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa saa di gubuk deritanya.(Foto: BH/kar)
ACEH, Berita HUKUM - Pemerintah Aceh terkesan tutup mata terhadap masyarakat tidak mampu di berbagai daerah di Aceh, Negeri kaya hasil bumi ini. Hal tersebut juga dirasakan Muhammad Nur (50) warga Dusun Makmu Gampoeng Merandeh Aceh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, NAD. M. Nur yang berprofesi sebagai imam pengajian di Gampoeng tersebut mengisahkan pada saat tim awak media berkunjung ke gubuknya.

“Saya sudah capek membuat proposal bantuan, namun bantuannya tidah pernah ada, kalau yang mengambil foto dari pihak Dinas (instansi terkait) di kota Langsa, bahkan dulu pernah di kabarkan mau di bangun rumah untuk saya, lokasinya sudah di cek, namun tiba-tiba pembangunannya pindah ke orang lain,” sebut M. Nur dengan nada sedih.

M. Nur, saat ini di temani dua putri tercintanya masing – masing Kamariah (12) siswi kelas VI dan Nazariah (11) siswi kelas V Sekolah Dasar Negeri Kampoeng Baroh, sedangkan istrinya sudah 10 tahun memilih bersama lelaki lain yang hidupnya lebih mapan.

Sementara Gechik Gampoen Merandeh Aceh Muhammad Jamil saat di konfirmasi awak media Rabu (9/7) di sela sela pemungutan suara (pemilu presiden) menyebutkan, saya selaku kepala Desa selalu mengusulkan bantuan bagi warga saya, tapi pemerintah Kota Langsa khususnya, pemerintah Aceh umumnya terkesan tidak peduli terhadap nasib rakyat yang kurang mampu.

“Saya pernah usulkan biaya rehab untuk 62 unit rumah, yang keluar Cuma 10 unit, itupun belum di kerjakan hingga saat ini, “ imbuh M.Jamil.(bhc/kar)


 
Berita Terkait Aceh
 
Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Wabup Aceh Utara Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilih
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]