Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
BUMN
Dahlan Ngotot, Setoran Dividen BUMN Harus Dikurangi
Sunday 23 Sep 2012 17:31:48

Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan (Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan akan terus menekan pemerintah untuk mengurangi setoran BUMN ke negara dalam bentuk dividen. Penurunan setoran akan bermanfaat bagi perusahaan pelat merah untuk mengembangkan proyek terutama infrastruktur.

Dahlan pernah mengatakan akan tetap meminta pengurangan dividen sebesar Rp 5 triliun pada tahun depan, sehingga dengan uang tersebut, BUMN dapat mengerjakan proyek yang nilainya belasan triliun karena memiliki cash flow perusahaan yang baik.

“Kalau dividen harus ditarik tinggi apa tidak kasian BUMN - nya, tapi kalau tidak ditarik apa akan dihabiskan saja di BUMN. Mungkin persoalannya kepercayaan terhadap BUMN yang belum tinggi. Apakah dengan tidak diambil akan jadi proyek?, Itu yang harus dibangun”, ungkapnya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/9).

Dia optimis dengan pengurangan dividen sebesar Rp 5 triliun maka BUMN akan bisa mengerjakan proyek senilai Rp12 triliun. Hal ini berbeda jika uang tersebut disetorkan ke negara. “Rp 5 triliun misalnya kalau disetorkan, maka akan jadi proyek 5 triliun juga”, katanya.

Mantan Dirut PLN mencontohkan pengurangan dividen bisa membantu pembangunan jalan tol Sumatera yang rencananya dilakukan oleh Hutama Karya setelah lini bisnisnya diganti. “Mungkin dengan skema dividen itu. Kami sedang memikirkan itu dalam 6 tahun jalan tol Sumatera jadi. Masalahnya apakah sudah percaya kepada BUMN kalau tidak ditarik”, ungkapnya.(bmn/bhc/opn)


 
Berita Terkait BUMN
 
Pakar Koperasi: Justru Erick Thohir yang Lakukan Pembubaran BUMN
 
Kasus Dugaan Korupsi PLN Batubara, Kejati DKI Kumpulkan Data dan Keterangan Sejumlah Pihak
 
Legislator Desak Batalkan IPO PT Pertamina Geothermal Energy
 
Terkait Anggaran Proposal Rp100 Miliar Acara Temu Relawan Jokowi di GBK, Ini Klarifikasi Mantan Sekjen Projo
 
Komisi VI Setujui Tambahan PMN 3 BUMN
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]