Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Aceh
DPR Bilang PT PIM Lhokseumawe "Simelekete"
Monday 20 May 2013 18:58:13

Achmad Satari, anggota Komisi E DPRK Aceh Utara.(Foto: BeritaHUKUM.com/sul)
ACEH, Berita HUKUM - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Aceh Utara, mengaku geram kepada jajaran manajemen PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Lhokseumawe lantaran pihaknya tidak memenuhi undangan DPR tentang penutupan SMA Swasta Yayasan Kesejateraan Karyawan (YKK) milik PIM.

"Ini merupakan undangan yang kedua kalinya digelar oleh DPR, namun tanpa alasan jelas PT PIM tidak hadir," Achmad Satari SE anggota Komisi E DPRK mengungkapkan kekecewaanya saat ditemui wartawan, di gedung DPRK Jl. Tgk Nyak Adam Kamil Lhokseumawe, Senin (20/5).

Padahal, katanya lagi, siang tadi rapat sudah dihadiri oleh sejumlah anggota Komisi E dan B, termasuk Ketua Komisi E Tgk M Nasir alias Abu Rizal, Tgk Mucktar Al-Qhurtuby bersama beberapa anggotanya yang lain. Sedangkan dari Komisi D sendiri dihadiri oleh Faisal Fahmi S.Tp.

Juga turut hadir Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD), Drs Ibrahim Bewa dan Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Aceh Utara Drs Jamaluddin MPd, berikut Kepala Sekolah YKK Abdul Fata S.Ag berserta belasan dewan guru.

Dalam hal ini, PIM dinilai tidak profesional dan cenderung lempar batu sembunyi tangan terhadap persoalan ini. "Kalau boleh saya katakan, PIM itu ‘simelekete’ dan kurang ajar karena telah semena-mena terhadap pendidikan Aceh Utara," ujarnya.(bhc/sul)


 
Berita Terkait Aceh
 
Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Wabup Aceh Utara Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilih
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]