Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Musik
City Sound Scape (CSS) 2012 @ RumahIVAA
Wednesday 28 Nov 2012 15:50:38

City Sound Scape (CSS) 2012 @ RumahIVAA (Foto : ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Musik dan Radio di Indonesia dan western area. Sejauh mana orang menganggapnya memiliki hubungan yang sangat erat satu sama lainnya. Bukan hanya sekadar musik dan radio sebagai tubuh mereka masing-masing, namun keterkaitannya, dan keuntungan bagi keduanya. Ya, kami akan berbicara mengenai hal tersebut, sebuah relationship antara musik dan radio terutama di cakupan Indonesia dan Western. Sejauh mana keuntungan seorang komposer atau musisi ketika berhubungan dengan radio, begitu juga sebaliknya, sejauh mana sebuah stasiun radio memperoleh keuntungan ketika berhubungan dengan musisi dan komposer. Namun dalam hal ini kita tidak hanya berbicara mengenai musik yang pada umumnya (musik pop), namun juga musik non komersial juga pada khususnya. Sehingga peran publikasi dan exposure diri antar keduanya menjadi sangat penting dan saling menguntungkan, bukan hanya menguntungkan untuk salah satu pihak saja. Kepentingan periklanan terutama untuk radio komersial juga menjadi berperan di dalam hal ini, apalagi menghadapi musik-musik non komersial seperti halnya musik kontemporer. Menjadi menarik ketika, Radio masih ‘melihat’ kehadiran musik kontemporer di Indonesia, apapun wujudnya, mengingat radio di Indonesia didominasi oleh lagu-lagu popular dan persaingan chart satu sama lainnya.

Presentasi tentang The Art Academy of Utrecht- Music technology, sebuah organisasi besar dengan beragam disiplin ilmu pengajaran yang tersebar di beberapa lokasi berbeda. Adrien akan bercerita tentang bagaimana perjalanannya untuk dapat bergabung di kampus tersebut dan bagaimana kampus ini memberinya kesempatan untuk bergelut dengan beragam materi. Akan ada beberapa contoh karya yang dia kerjakan (inter dan multidisiplin). Fakultas ini sangat unik dalam kolaborasi antara disiplin teknologi dan pengembangannya yang memungkinkan mahasiswanya berkarya di lingkungan yang bersinggungan dengan musisi, desainer game dan teknologi media.

Asep Nata akan menceritakan pengalamannya bergelut dengan Karto (Karinding Towel) dan Gamelan keramik.
Kenapa diberi nama Karto?

Asep Nata suka dengan suara genggong, baik logam, kawung ataupun bambu. Suaranya juga membuat suasana sepi yang merinding, sehingga dia menyebutnya karinding. Hanya, buatan Asep Nata bunyinya lebih pendek/ cupet, tidak seperti karinding tradisional yang panjang. Untuk mengatasi bunyi yang pendek, tentu harus lebih berirama, lebih perkusi, ritmisnya lebih padat. Jadi dia pakai bentuk ujung yang lebih lebar, sehingga bisa memakai semua jari-jari seperti memetik gitar. Perbedaan yang lain adalah; karinding tradisional dimainkan dengan cara ditarik tapi bikinan Asep Nata dengan cara dipetik atau di towel.

Tentang GAMELAN KERAMIK

Berawal karena penasaran ingin “mencicipi” studi LITHOPHONES (alat musik batu).
Kemudian tahun 2011 Asep Nata dibantu beberapa mahasiswa UNPAS mulai mengeksplor pembuatan istrumen lithophones dengan media ubin keramik dan lempengan batu marmer, dari bekas bangunan yang hendak direnovasi. Mereka berhasil membuat bilahan-bilahan ubin dan marmer itu menjadi 4 oktav, dan distem dengan sistem tangga nada kromatik (diatonik) Barat.

Pada akhir oktober sampai 17 November 2012, tim Asep Nata melakukan residensi di Desa Jatisura, kecamatan Jatiwangi, kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Keberadaan mereka disana untuk mengeksplor tanah liat menjadi gamelan GENDER skala kromatik/ diatonik Barat, dan gender skala SLENDRO konseptual.(bhc/rls/rat)


 
Berita Terkait Musik
 
Cerita Farel Prayoga. Dari Mengamen Hingga Bikin Istana Negara Bergoyang !
 
Enam Twit Kontroversial Elon Musk yang Membuatnya dalam Masalah
 
Charlie Watts Meninggal: Kisah Sang 'Penjaga Irama' The Rolling Stones yang Pernah Menghajar Mick Jagger
 
Westlife Sihir Seluruh Penonton dengan 'If I Let You Go'
 
Anang Hermansyah Resmi Tarik Usulan RUU Permusikan di Baleg DPR
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]