Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Kaltara
Cawagub Martin Billa Diperiksa Polda Kaltim Terkait Kerusuhan di Kaltara
Thursday 24 Dec 2015 03:15:42

Ilustrasi. Kantor Gubernur Kaltara saat dibakar massa.(Foto: Istimewa)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Kalimantan Utara (Kaltara) Martin Billa saat Pilkada 9 Desember lalu yang berpasangan dengan Yusup SK sebagai mantan Walikota Tarakan pada, Rabu (23/12) di periksa Ditreskrim Polda Kalimantan Timur (Kaltim) terkait dugaan keterlibatannya dalam menggerakan massa atau diduga sebagai aktor dibalik kerusuhan, hingga terbakarnya Kantor Gubernur Kaltara beberapa hari yang lalu.

Informasi yang dihimpun pewarta BeritaHUKUM.com, dimana Martin Billa sebagai mantan Bupati Malinau yang 2 periode dan juga mantan Anggota DPD RI ini di jemput secara paksa di suatu penginapan di Jakarta pada, Selasa (22/12) siang, dan membawahnya ke Polda Kaltim di Balikpapan, untuk menjalani pemeriksaan terkait kerusuhan yang terjadi di Bulungan, ibukota Kalimantan Utara.

Kadit Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Fajar Setiawan saat dikonfirmasi pewarta pada, Rabu (23/12) sekitar pukul 18.07 Wita, membenarkan bahwa, Calon Wakil Gubernur dalam Pemilihan Gubernur Wakil Gubernur Kaltara, Martin Billa dperiksa oleh tim Ditreskrim Polda Kaltim, terkait dugaan keterlibatannya dalam kerusuhan tersebut.

"Benar, Martin Billa saat ini sedang diperikas Ditreskrim Polda Kaltim, hasilnya apakah sebagai tersangka pada besok hari. Setelah dilakukan pemeriksaan, saat ini masih dalam pemeriksaan," ujar Fajar.

Kadit Humas Polda Kaltim juga menambahkan bahwa, akibat kerusuhan di Tanjung Selor, Kaltara dari 30 orang yang diperiksa sudah 27 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, 30 orang termasuk Martin Billa yang masih dalam pemeriksaan, terang Fajar.

"Saat ini sudah ditetapkan 27 orang menjadi tersangka, dari 30 yang di periksa, termasuk Martin Billa masih dalam pemeriksaan, keputusannya jadi tersangka atau tidak menunggu hasil pemeriksaan selesai," tegas Fajar.(bh/gaj)


 
Berita Terkait Kaltara
 
Korupsi Rp 567 Juta, Terdakwa Khaeruddin Mantan Wakil Walikota Tarakan Dituntut 9 Tahun Penjara
 
Mantan Bupati Bulungan Budiman Arifin Dituntut 7 Tahun 6 Bulan Penjara
 
Saat akan Upacara HUT KORPRI dan HUT PGRI Wagub Kaltara Ngamuk
 
Martin Billah Resmi Jadi Tersangka kerusuhan Pilgub Kaltara
 
Cawagub Martin Billa Diperiksa Polda Kaltim Terkait Kerusuhan di Kaltara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]