Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Hambalang
Beralasan Orang Tua Sakit, KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Istri Anas
Friday 20 Apr 2012 21:05:06

Gedung KPK (Foto: BeritaHUKUM.com/riz)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Istri Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Athiyah Laila tidak jadi diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dikarenakan, orang tua mantan pengurus di PT Duta Sari Citra Laras ini sedang sakit.

“Atthiyah Laila hari ini tidak hadir karena orang tuanya sakit. Sudah disampaikan kepada penyelidik," kata juru bicara KPK Johan Budi dalam pesan singkat yang diterima wartawan, Jumat (20/4).

Johan menambahkan, pihak penyidik akan menjadwalkan ulang pemeriksaan Athiyah pada pekan depan. “Namun kapan waktu pastinya, saya belum mendapatkan informasi,” tambahnya.

Tujuan KPK memanggil, Athiyah terkait penyelidikan kasus Hambalang. Dimana dirinya sepat menjabat di pengurus di PT Duta Sari Citra Laras. PT Duta Sari Citra Laras sendiri merupakan perusahaan subkontrak dari PT Adhi Karya, rekanan Kemenpora dalam proyek Hambalang tersebut.

Seperti diketahui, KPK saat ini memang tengah menyelidiki dugaan korupsi dalam proyek pengadaan fasilitas olah raga di Stadion Hambalang, Bogor, Jawa Barat senilai Rp1,5 triliun tersebut. Sejumlah pihak sudah diperiksa baik dari perusahaan rekanan maupun dari pejabat pemerintah seperti Kepala BPN, Joyo Winoto.

Kemarin KPK pun melakukan pemeriksaan terhadap Sekretaris Departemen Pemuda dan Olahraga DPP Partai Demokrat, Munadi Herlambang. Munadi diketahui sebagai pendiri sekaligus Direktur Utama PT MSons Capital.

Perusahaan milik Munadi tersebut memiliki saham di PT Dutasari Citralaras yang dipimpin Machfud Suroso. PT Dutasari adalah salah satu perusahaan yang menjadi subkontraktor PT Adhi Karya dalam proyek Hambalang senilai Rp1,52 triliun. (bds/riz)



 
Berita Terkait Kasus Hambalang
 
Setelah Kopi Darat Bertiga, Mahfud MD Berjanji Melakukan Advokasi untuk Yulianis
 
Anas Urbaningrum: Saya Ingin Diadili Bukan Dihakimi, Apalagi Dijaksai
 
Dituntut 15 Tahun dan Denda 500 Juta, Anas Merasa Tidak Adil
 
KPK Tahan Tersangka Mahfud Suroso Terkait Kasus Hambalang
 
Bendum PDIP Olly Dondokambey Diperiksa KPK Lagi Soal Hambalang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]