Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Film
Batman v Superman Diulas Buruk, Tapi Dibanjiri Penonton
2016-03-28 19:31:55

Penggemar komik dan film tak bisa melewatkan pertemuan dua super hero itu -beta pun buruknya film itu.(Foto: Istimewa)
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Film Batman v Superman: Dawn of Justice telah meraup $424juta (Rp5,5 triliun) di seluruh dunia dalam lima hari pertama pemutarannya meskipun mendapat ulasan buruk dipermalukan oleh para kritikus di media.

Pendapatan global total ini merupakan nomor empat dalam sejarah, meliputi pendapatan $170,1 juta (sekitar Rp 2 triliun) di Amerika Serikat, sebuah rekor untuk peluncuran bulan Maret.

Film yang menampilkan dua superhero bersama-sama untuk pertama kalinya ini merupakan sukses yang dinantikan Warner Bros.

Studio besar ini dilanda serangkaian kegagalan mahal belakangan, seperti jebloknya film Jupiter Ascending dan Pan.

Padahal adaptasi dari DC Comics yang dibuat dengan biaya lebih dari $250 juta (sekitar Rp 3,5 triliun) ini menjadi bulan-bulanan kritikus di media.

Jeff Goldstein, kepala distribusi Warner Bros, mengatakan: "Ada yang tidak nyambung, antara apa yang ditulis kritikus dengan minat dan respon penggemar.'

Paul Dergarabedian, analis media senior comScore, mengatakan: "Ini membuktikan bahwa konsep film itu lebih besar dari ulasan negatif. Tidak mungkin seorang penggemar komik atau penggemar film biasa melewatkan pertemuan dua tokoh ikonik tersebut. Penonton merasa harus menonton sendiri film itu.''

Dawn of Justice dibuka di lebih dari 40.000 layar di 66 negara, termasuk 16.000 di Cina, 4.242 di Amerika Serikat, 1.701 di Inggris dan 1.696 di Korea Selatan.

Penonton film itu sebagian besar laki-laki (66 persen) dan orang banyak cenderung lebih muda, dengan 63 persen pembeli tiket berkisar antara usia 18 dan 34. pertunjukan Imax menyumbang $ 18 juta untuk gross, premium layar format besar menambahkan sekitar $ 17.000.000 untuk pendapatan, layar 3D yang bertanggung jawab atas 40 persen dari hasil pembukaan akhir pekan, dan RealD 3D menyumbang sekitar $ 47 juta yang total.

"Para pembuat film disampaikan berdasarkan pengalaman pada sesuatu yang terbaik dapat dilihat di bioskop," kata Greg Foster, CEO Imax Entertainment. "Ini bukan film yang salah satu ingin melihat di sebuah tempat kecil."(BBC/cnbc/bh/sya)


 
Berita Terkait Film
 
Hayya 2: Dream, Hope & Reality, Film tentang Isu Kemanusiaan dan Kesehatan Mental
 
Sinopsis Film Cita-citaku Setinggi Balon Karya LSBO PP Muhamadiyah Bersama NA, Malvocs, dan Mixpro
 
Hiburan Jelang Lebaran, Nonton Bareng Film Jejak Langkah Dua Ulama
 
Saksikan Gala Premiere Sisterlillah, Presiden PKS: Ini Kado Istimewa bagi Insan Film
 
'Rekah' Film Karya Anak Muhammadiyah yang Jadi Juara Kompetisi Film Nasional
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]