Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Aceh
Atlet Dayung, Walau Tak Menang Kami Sangat Bangga
Wednesday 18 Jun 2014 21:00:38

Atlet Dayung sedang berlomba pada babak semi final di Arena Dayung Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Rantau Selamat, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.(Foto: BH/kar)
ACEH, Berita HUKUM - Atlet dayung tuan rumah pekan olah raga (Pora) ke XII kabupaten Aceh Timur merasa sangat bangga bisa bertanding melawan tim tangguh dari kontingen kabupaten/kota lain yang sudah berpengalaman, dan pernah menjadi juara pada even Pora sebelumnya.

Hal itu di sampaikan sejumlah atlet pada pewarta ini, pada babak semi final di arena lomba dayung tempat pendaratan Ikan (TPI) Rantau Selamat Kecamatan Birem Bayeun.

Menurut Amelia, atlet asal Kuala Bugak Kecamatan Perlak pada awak media ini, "walaupun kami kalah tapi kami sangat bangga bisa bertanding melawan tim tim tangguh, mereka sudah berpengalaman, kalau kita atlet dayung aceh timur baru pertama bertanding, dan baru mengenal gagang pengayuh, kami sangat bangga sekali, kalau kami masih diberikan kesempatan pada Pora ke XIII nanti, kita akan berbuat yang terbaik untuk Aceh Timur".

Lebih Lanjut menambahkan, "kami mengakui keunggulan atlet dayung dari Banda Aceh, mereka benar benar berjiwa atlet, berbeda dengan atlet tuan rumah Aceh Timur, kami baru memegang dayung dua hari sebelum bertanding, sebelumnya Cuma latihan fisik saja, sebelumnya kami satu bulan latihan di Banda Aceh, sebagai atlet pemula Aceh Timur” ujar Amelia.

Sementara Syafira Barona pelajar SMAN I Perlak yang menjadi atlet Dayung tuan rumah mengisahkan pada awak media ini, Rabu (18/6) di arena perlombaan Dayung yang mengisahkan, diri nya mengenal saat di tawarkan Kepala sekolahnya pada bulan Juli tahun 2013 lalu, saat itu, “kepala sekolah SMAN I menanyakan pada kami siapa yang maiu ikut lomba dayung, saya salah seorang yang ikut mendaftar, “ujar Syarifah.

Setelah itu kami di promosi, pada bulan November tahun 2013, dan lulus seleksi pada bulan Maret tahun 2014 lalu, jadi kami cuma sekitar 2 bulan setengah latihan, "wajar kalau kami kalah, lagi pula fasilitasnya kami tidak ada, latihan kami bukan dengan sampan, kami disini latihannya menggunakan rakit kayu yang di ikat Drum kosong, bagi saya wajar atlet Aceh Timur, tidak mendapatkan medali, “ sebut Syarifah.

“Sebelumnya kami tidak pernah tahu jenis jenis perlombaan, waktu di Banda Aceh kami baru mengenal jenis sampan Dragon, sebelumnya kami belum tahu, namun demikian kami sangat bangga walau belum bisa mempersembahkan medali untuk Aceh Timur,” pungkas Syarifah.(bhc/kar)


 
Berita Terkait Aceh
 
Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Wabup Aceh Utara Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilih
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]