Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Wali Nanggroe Aceh
Anggota Les MoU Bogem Massa Tolak Wali Nanggroe
Thursday 07 Nov 2013 17:28:20

Koordinator KBM dan GMM, Rusli Abdullah.(Foto: BeritaHUKUM.com/sul)
ACEH, Berita HUKUM - Reza Fandi (20/10) lalu salah seorang anggota masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Bersatu Masyarakat (KBM) Lhokseumawe-Aceh Utara, dilaporkan babak belur akibat diserang oleh Tim Relawan Aceh (TRA) Lembaga Sosialisasi Memorandum of Understanding (Les MoU).

Korban yang merupakan warga Panteu Breuh, Baktiya, kabupaten setempat diserang saat menggelar orasi damai menolak Qanun No.8/2012 tentang Wali Nangroe dan menolak Malek Mahmud sebagai pemangku Wali Nangroe, yang berlangsung di Lapangan Hiraq, Kota Lhokseumawe, Kamis (7/11) sekira pukul 14:30 WIB.

Amatan pewarta BeritaHUKUM.com di lapangan, pada jam yang sama, Lembaga Sosialisasi Memorandum of Understanding (MoU) yang dikordinatori oleh Tgk Muradani, juga melakukan acara konsolidasi di lapangan bebarengan dengan acara orasi damai masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam KBM dan Gabungan Mahasiswa Malikussaleh (GMM).

Namun, tiba-tiba kelompok dari Les MoU mendatangi KBM dan GMM yang sedang berorasi kemdudian langsung melakukan pengeroyokan dan memukuli anggota pendemo dari KBM seraya mengumpat. Akibat insiden tersebut, Reza Fandi (korban) mengalami luka pada bagian muka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Menanggapi insiden pemukulan tersebut, Koordinator KBM dan GMM Rusli Abdullah SPd, mengatakan sangat menyesalkan terhadap insiden pengroyokan terhadap salah seorang anggotanya yang sedang menggelar aksi damai menolak Qanun Wali Nangroe dan menolak Malek Mahmud sebagai Wali Nangroe.

"Kita menggelar aksi dengan damai dan tertib, bahkan kami santun. Namun mengapa mereka secara tiba-tiba langsung mengeroyok kami," kesalnya.

Padahal kami sudah menghargai bahwa mereka itu sama-sama rekan kita yang memiliki misi yang mulia, imbuhnya, namun mengapa mereka melakukan tindakan tidak manusiawi tersebut.

Kendati begitu, KBM dan GMM mengaku tidak akan melakukan perlawanan secara hukum, "Bukan berarti takut dengan mereka, namun karena mereka juga kawan kita," pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan, KBM dan GMM beserta Les MoU dalam waktu dan tempat yang sama menggelar acara aksi, namun menurut informasi bahwa pihak Les MoU tidak mengantongi surat izin acara.(bhc/sul)


 
Berita Terkait Wali Nanggroe Aceh
 
Wali Nanggroe Minta Kontestan Pemilu Jaga Keharmonisan
 
Manipulasi Sejarah
 
Ini Kata Akademisi Unimal Terkait Pengukuhan Wali Nanggroe
 
Polda Aceh Berikan Pengamanan Pengukuhan Wali Nanggroe Alasan Politik
 
Mantan Combatan Gerakan Aceh Merdeka Tolak Malek Mahmud
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]