Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
DPR RI
Anggaran Renovasi Toilet DPR Harus Ditinjau Ulang
Thursday 05 Jan 2012 19:06:34

Jamban terbang atau jamban helikopter yang masih banyak digunakan masyarakat di Tanah Air (Foto: Ist)
JOMBANG (BeritaHUKUM.com)- Rencana DPR merenovasi toilet dengan anggaran sebesar Rp 2 miliar, ternyata sangat kontras dengan kondisi jamban (kakus) yang menjorok ke sungai. Jamban terbang atau jamban helikopter ini, masih banyak ditemukan dan dipergunakan sebagian besar masyarakat Indonesia. Termasuk pula oleh warga Desa Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur.

Warga disekitar Tambak Beras, cukup mensyukuri dengan fasilitas seadanya yang mereka miliki, karena memang hanya itu yang bisa dimanfaatkan. Hal tersebut tentunya sangat kontradikstif dibandingkan dengan wakil mereka yang ada di DPR RI. Anggaran miliaran rupiah harus dikeluarkan untuk merenovasi toilet.

Bayangkan, hanya untuk toliet mereka saja, uang negara yang diperoleh dari pajak rakyat sebesar Rp 2 miliar, dikeluarkan untuk para anggota Dewan yang kerap malas bersidang itu. “Sebaiknya, anggaran renovasi toilet DPR tersebut ditinjau ulang dan dihitung lagi, agar lebih rasional,” kata mantan anggota DPR RI asal Fraksi PKB Rahman Ustman di Jombang, Kamis (5/1).

Menurut dia, rencana tersebut memang timpang dengan kondisi toilet atau jamban yang dimiliki sebagian besar masyarakat Indonesia. Berdasarkan pengalaman pribadinya, jika untuk ukuran 3x3 m, dengan biaya sebesar Rp 15 juta, sudah tergolong mewah. Apalagi jika lebih dari itu. “Yang jelas itu tergolong mahal dan perlu ditinjau ulang,” tandasnya.(sin/nas)


 
Berita Terkait DPR RI
 
DPR Dukung Semua Program Pemerintah Selama untuk Kesejahteraan Rakyat
 
Polisi Tetapkan Pengguna dan Pembuat Plat DPR RI Palsu Jadi Tersangka
 
Putusan MKMK Bisa Jadi Amunisi Politik Bagi DPR RI Memakzulkan Presiden Jokowi
 
Seluruh Fraksi DPR, DPD dan Pemerintah Setuju RUU 5 Provinsi Dibawa ke Rapat Paripurna
 
Ini Kisah 'Falun Gong' yang Hadir dalam Rapat Paripurna DPR-RI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]