Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Aceh
Al Chaidar: 90% Aceh Berpotensi 'Konflik'
Wednesday 17 Apr 2013 10:29:50

Akademisi Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, Al Chaidar.(Foto: Ist)
LHOKSEUMAWE, Berita HUKUM - Sembilan puluh persen Aceh berpotensi 'konflik' yang lebih dahsyat, jelas Akademisi Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, Al Chaidar, Selasa (16/4).

Melihat ketegangan politik antara Pemerintah Pusat dan Aceh tentang bendera dan lambang yang serupa dengan gerakan separatis di Aceh subtansinya bertentangan PP nomor 77 tahun 2007.

Potensi konflik ini akan terjadi jika pemerintah Aceh tetap berkeinginan qanun itu disahkan. Menurutnya Aceh juga masih ada niatan untuk memisahkan diri dari NKRi, melihat keinginannya yang keras terhadap bendera kebanggaan GAM tersebut dapat disahkan oleh Mendagri, ujar alumni Universitas Indonesia (UI) ini

Dikatakan, jika Aceh kembali konflik, maka berbagai anggaran dari Pemerintah Pusat pun akan dihentikan. Sehingga akan berdampak buruk terhadap perekonomian, serta pembangunan di Aceh.

Dia berharap persoalan bendera dan lambang daerah ini bisa diselesaikan dengan baik tanpa melalui perdebatan yang alot, karena saat ini yang sangat dibutuhkan oleh rakyat ialah hidup aman, damai dan sejahtera.(bhc/sul)


 
Berita Terkait Aceh
 
Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Wabup Aceh Utara Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilih
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]