Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Kompolnas
81 Calon Anggota Kompolnas Lolos Seleksi Administrasi
2016-03-04 18:25:04

Panitia Pansel Kompolnas periode 2016-2020 saat rapat pleno di Gedung Kompolnas, Jakarta, Jumat (4/3).(Foto: BH/as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Panitia seleksi (Pansel) anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) periode 2016-2020 melalui rapat pleno pada 3 Maret 2016 memutuskan telah menyeleksi 124 pendaftar, sebanyak 81 orang lolos seleksi administrasi dan masuk ke tahap selanjutnya.

Ketua Pansel Komjen Pol (P) Imam Sudjarwo mengatakan dari 81 orang tersebut, mayoritas yang lolos berasal dari luar kepolisian. "Dari pakar kepolisian yang mendaftar 20 orang, yang isinya mantan polisi dan pengamat polisi. Kemudian sebanyak 61 orang dari tokoh masyarakat dari berbagai profesi," ujar Imam di Gedung Kompolnas, Jakarta, Jumat (4/3).

Sebaran yang lulus seleksi administrasi ditinjau dari sisi geografis untuk wilayah Jabodetabek sebanyak 60 orang, Jawa 15 orang dan luar Jawa 6 orang. Dari jumlah jenis kelamin untuk pria sebanyak 75 pria dan 6 wanita. Sementara incumbent yang mendaftar kembali ada tiga orang.

Imam melanjutkan, peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi berhak mengikuti tahapan ujian tertulis yang akan dilaksanakan pada 10 Maret 2016, yang akan diciutkan menjadi 50 peserta. Selain itu, akan ada ujian assement dan track record calon Kompolnas yang dilakukan oleh KPK, Bareskrim dan BIN. Dalam tahap ini calon Kompolnas bakal dikecilkan menjadi 24 orang peserta. Tahap Keempat akan memasuki tahap pemeriksaan kesehatan, termasuk tes narkoba dan wawancara yang akan dilakukan pada 12 April 2016.

"Dari tahap ini peserta yang diseleksi diambil 12 orang. Dari jumlah ini akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo untuk dipilih menjadi enam orang Kompolnas," papar Imam Sudjarwo.

Keenam orang terpilih untuk Kompolnas periode 2016 - 2020, yakni 3 orang dari Pakar Kepolisian dan 3 Tokoh Masyarakat. " Kami meminta kepada masyarakat untuk ikut memberi masukkan tentang track record para calon anggota Kompolnas dalam rangka menjaring partisipasi publik dalam proses seleksi dimaksud melalui website," sambung Imam.

Anggota Pansel Calon Anggota Kompolnas lainnya, Neta S Pane menjelaskan sesuai Keppres bahwa Kompolnas itu mitra polisi. Dan Neta menambahkan bahwa seleksi untuk calon anggota Kompolnas akan berbeda dari yang sudah-sudah. Yakni, para calon diminta untuk menulis jawaban dalam ujian tersebut dengan tulisan tangan. "Jadi nanti para calon anggota tidak lagi membawa makalah dari rumah, tetapi akan menulis tangan saat ujian tersebut dilakukan. Hal ini untuk menghindari joki," jelas Neta.

Sementara itu, Gardi Gazarin, Ketua Forum Wartawan Polri (FWP) merasa bersyukur bisa lolos tahap awal dalam pencalonan Kompolnas dan akan berjuang terus sampai tahap akhir. Wartawan senior yang sudah meliput 20 tahun di lingkungan Polri, bertekad akan memajukan Kompolnas guna mendukung Kinerja Polri ke depan agar lebih baik lagi.(bh/as)


 
Berita Terkait Kompolnas
 
Kompolnas Berharap Proses Seleksi PAG di Polda Metro Kedepankan Prinsip BETAH
 
Kompolnas Puji Kesigapan Bidpropam Polda Metro Periksa Oknum Polisi yang Cekcok dengan Paspampres
 
Kompolnas: Polri Luar Biasa Sigap Bantu Pemerintah Atasi Pandemi Covid-19
 
Kompolnas Sambut Baik Biro Paminal Divpropam Polri Adakan Patroli Siber
 
Kompolnas ke Bidpropam Polda Metro: Bagus, Jika Layanan Pengaduan Dapat Pujian dari Pelapor
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]