Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Pertumbuhan Ekonomi
2013, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Terancam
Tuesday 18 Dec 2012 11:16:04

Ilustrasi, Gedung-gedung di DKI Jakarta.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2013 masih dibayangi sejumlah ancaman yang dapat mengerem pertumbuhan ekonomi, karena adanya overlapping peraturan.

Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2E LIPI) Latif Adam mengatakan perkiraan akan naiknya laju inflasi, pelemahan nilai tukar, dan perlambatan realisasi investasi dapat menjadi ancaman yang akan mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi.

“Walaupun porsi belanja infrastuktur memperlihatkan kenaikan, tetapi realisasi penyerapan anggarannya berjalan sangat lambat,” katanya dalam siaran pers, (17/12).

Menurutnya, hal tersebut dapat terjadi karena adanya overlapping peraturan, lemahnya kapasitas kelembagaan, dan profesionalisme birokrat.

“Demikian pula kurangnya dukungan politik terkait dengan upaya pengendalian subsidi energi terutama BBM, telah mengganggu kualitas belanja pemerintah,” ujarnya, seperti yang dikutip dari bisnis.com, pada Senin (17/12).

Hal lain yang penting dicermati, lanjut dia, yaitu adanya decoupling antara semakin membaiknya indikator kemiskinan dan pengangguran dengan semakin melebarnya ketimpangan pendapatan yang biasa diukur dengan koefisien gini.

“Kondisi ini menceriminkan kebijakan ekonomi tidak hanya dirancang untuk pro growth, pro job, pro poor, pro environment, tetapi juga pro equity,” jelasnya.

Sementara itu, peneliti P2E LIPI Maxensius Maxensius Tri Sambodo menambahkan ada indikasi kebijakan ekonomi belum berpihak pada upaya mengatasi masalah pemerataan.

Pada sisi lain, dia mengatakan pelambatan permintaan eksternal yang ditandai oleh penurunan harga-harga komoditas pertanian akan berdampak besar terhadap kesejahteraan pekerja di sektor pertanian yang saat ini menyerap 39% dari total kesempatan kerja yang ada.

“Lebih jauh, kebijakan subsidi energi khususnya BBM juga belum memenuhi prinsip keadilan,” ujarnya.

Hal tersebut, lanjutnya, tentu saja melanggar atau bertentangan dengan semangat Undang-Undang Energi tahun 2007.

“Demikian pula lemahnya sinergitas program-program anti kemiskinan, kurang tepatnya sasaran, dan lemahnya keberlanjutan program membuat kualitas pengentasan kemiskinan juga relatif rendah,” tutupnya.(msb/bsn/bhc/opn)


 
Berita Terkait Pertumbuhan Ekonomi
 
Wakil Ketua MPR: Ekonomi Tumbuh Namun Kemiskinan Naik, Pertumbuhan Kita Masih Eksklusif
 
Waspadai Pertumbuhan Semu Dampak 'Commodity Boom'
 
Pimpinan BAKN Berikan Catatan Publikasi BPS tentang Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2022
 
Harga Tidak Juga Stabil, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Gagal Menjalankan Amanat Pasal 33 UUD 1945
 
Roadmap Ekonomi dan Industri Indonesia menuju Superpower Dunia
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]